Pertemuan Dua Hati
Hidup berpindah-pindah adalah kebiasaan yang merepotkan terutama bagi keluarga yang masih memiliki anak kecil.Terlebih berpindah dari satu kota ke kota lain,tentu sangat menyebalkan.Itulah yang dialami bu Suci akibat pekerjaan suaminya dipindah perusahaan dari Purwodadi ke Semarang.Bu Suci adalah guru SD pindahan dari Purwodadi yang mencoba meretas jalan sama sebagai guru SD di Semarang.
Bu Suci dikaruniai tiga orang anak ,selain mengajar dia juga harus menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga.Kehidupan
Seiring mulainya tahun ajaran baru.Anak kedua bu Suci keadannya memburuk.Badannya panas,ditambah batuk dan selesma.Kata suaminya,dia sekeluarga diwajibkan berobat ke dokter perusahaan.Di sana anak kedua bu Suci diberikan bermacam-macam obat untuk menyembuhkan penyakitnya.Untungnya mereka mempunyai nenek yang cekatan.Dengan ramuan tradisionalnya nenek itu berhasil mengusir penyakit dari tubuh anak tersebut,mengalahkan ramuan obat dari dokter.Anak bu Suci memang sudah sehat tetapi selang beberapa hari dia mulai merasakan sakit kepala dan tubuhnya kejang-kejang.Ketika ditanyakan dokter perusahaan,dokter itu tidak membeberkan penyakitnya secara rinci.Lama-kelamaan diketahui bahwa anak bu Suci mengidap penyakit ayan jenis sawan besar simptomatik.Bu Suci tetap tegar menghadapi semuanya dia selalu memohon kepada Tuhan agar selalu diberi kekuatan menghadapi segala cobaan.Akhirnya dengan kepercayaan inilah bu Suci mulai bekerja kembali.
Hari-hari pertama bu Suci mengajar dimulai perkenalan dengan murid-murid barunya.Dia mengamati selalu ada satu bangku kosong dalam beberapa hari mengajar.Berhari-hari bu Suci menunggu muridnya itu untuk bertatap muka pertama kali.Setelah bertanya pada beberapa anak didiknya akhirnya diketahui bahwa anak itu bernama Waskito tetapi saat ditanya tentang penyebab Waskito tidak masuk sekolah,semua mengelak untuk menjelaskan.Raharjo sang ketua kelas juga bersikap demikian,seolah-olah jika ada kata Waskito terdengar mereka terkesan diam tidak menanggapinya.Hal itu semakin membuat bingung bu Suci,siapa sebenarnya Waskito itu?
Akhirnya dengan berbagai desakan bu Suci ,satu-persatu kata meluncur dari mulut murid-muridnya.Dari keterangan mereka diketahui bahwa Waskito adalah murid yang mempunyai catatan hitam di sekolah.Setiap hari Waskito tak luput berbuat kesalahan.Teman temannya adalah korban pelampiasan kegeramannya akibat curahan kasih sayang orang tua yang kurang.Kata-kata kotor,pukulan,tendangan selalu melayang ke tubuh teman-temannya ketika keadaan hatinya sedang halau.Biasanya adalah anak-anak yang mendapatkan curahan kasih sayang lebih dari orang tua.Waskito iri pada anak-anak yang selalu diantar jemput orang tuanya ke sekolah sedangkan dirinya yang mempuyai mobil sedan mewah hanya diantar sopir tanpa dampingan orang tua.Gejolak hatinya selalu timbul ketika melihat kenyataan itu.Waskito terbelenggu dalam hidup tanpa kasih sayang orang tua yang mahal harganya.
Melihat kenyataan itu bu Suci pergi ke rumah nenek Waskito,tempat tinggal Waskito beberapa waktu lalu.Di sana bu Suci ingin memperoleh informasi tentang Waskito lebih detail karena ia ingin menyelamakan hidup Waskito menjadi pribadi yang baik dan berguna bagi bangsa.Dari keterangan neneknya didapatkan bahwa Waskito memang anak yang nakal tetapi ketika ia tinggal di rumah nenek sikapnya sedikit berubah.Ia mau membantu pekerjaan neneknya menyiram tanaman,merawat hewan,dan kegiatan lain-lainnya.Didikan nenek kepada Waskito memang lebih baik.Nenek memberikan uang saku jika pekerjaan Waskito sudah beres sedangkan orang tua Waskito memberikannya secara cuma-cuma tanpa suatu usaha.
Semuanya berubah ketika Waskito diambil kembali oleh orang tuanya.Ibunya menganggap Waskito dipekerjakan secara paksa untuk mengurus burung parkit pemberian kakeknya.Padahal itu adalah salah satu didikan untuk menciptakan anak menjadi hidup mandiri.Di rumah,Waskito diberikan mainan-mainan mewah oleh orang tuanya.Mereka hanya memberikan mainan tanpa mendampinginya ketika Waskito sedang bermain sehingga dalam diri Waskito timbul rasa kesendirian saat bermain.Itulah yang mendorong Waskito untuk berbuat hal-hal membahayakan yang mengarah pada teman-temannya.Semua bersumber akibat kekecewaan Waskito pada sikap orang tua kepadanya yang tak waktu untuknya.
Dari beberapa keterangan itulah bu Suci mulai mengenal siapa diri Waskito sebenarnya.Ia mulai memberikan sedikit perhatian pada Waskito seperti menyuruhnya untuk membawakan buku tugas ke kantor dan memindah tempat duduk Waskito tepat di depannya.Bu Suci juga memberikannya bimbingan saat dia mulai mengamuk lagi.Saat itu dia menghancurkan pot-pot temannya yang ditumbuhi biji tanaman.Bu Suci yang mengetahui hal tersebut dari teman-temannya langsung turun tangan.Bu Suci memberi pengertian bahwa hal yang dilakukannya adalah salah,sama dengan pembunuhan karena membanting dan menginjak-injak tanaman yang tidak berdosa.Sesaat kemudian Waskito tertunduk dan mengakui kesalahannya.Akhirnya dengan berbagai pendekatan dan pengertian yang diberikan bu Suci kepada Waskito,Waskito perlahan-lahan tumbuh menjadi anak yang baik.Nilainya pun berubah menjadi lebih bagus sehingga ia pun naik kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar